Memulai Mimpi dengan Madu PDF Print E-mail
Written by Hamzah   
Wednesday, 11 June 2008
Desa Sangkima salah satu wilayah yang berada di Taman Nasional Kutai, kondisi masyarakat yang rata – rata pendatang dan ditambah lagi dengan hadirnya perusahaan Pertamina menambah banyaknya masyarakat yang bermukim di desa Sangkima. Tetapi kondisi dengan adanya perusahaan besar tidak selalu menguntung berbagai pihak, banyak juga masyarakat yang tidak mempunyai kemampuan dan pengalaman hanya bekerja sebagai penggarap ladang dan kebun.
 
Cerita inipun dirasakan oleh kelompok Karya Bersatu. Salah satu kelompok yang berada di Desa Sangkima ini awal mulanya hanya mencoba mengembangkan budidaya pohon durian. Buah durian yang saat ini sangat menjanjikan unutk memperoleh hasil yang sangat besar apabila nantinya akan diberbuah. Selama ini banyak durian yang dipasarkan di wilayah bontang dan sengata berasal dari Kabupaten Kutai Barat khususnya Melak, kondisi ini menyebabkan harga durian sangat mahal, karena factor kost transportasi yang cukup jauh menyebabkan pembekakan harga buah durian. Kondisi inilah yang menyebabkan banyak masyarakat yang tergiur untuk mengembangkan buah durian dikebun – kebun masyarakat. Tetapi kadang harapan dan kenyataan tidak selamanya berjalan sesuai dengan mimpi masyarakat. Pohon durian yang sekarang ditanam saat ini banyak yang mengalami semacam penyakit, kondisi pucuk yang layu dan menguning menyebabkan sebagian pohon durian yang ditanam banyak yang kering. Terpaksa harus merelakan sebagian pohon durian yang sudah berusia antara 1 – 2 tahun.
  

Setiap mimpi yang mengalami kendala, biasanya akan melahirkan rencana – rencana lain yang disesuaikan dengan kondisi yang dihadapi. Saat ini karena perkebunan yang selama ini cukup rimbun menyebabkan inisiatif untuk mengembangkan budidaya lebah yang dilakukan di perkebunan masyarakat. Dengan budidaya lebah harapannya masyarakat dapat menambah penghasilan selain menunggu hasil dari perkebunan yang belum dapat dipanen. Budidaya lebah yang ingin dikembangkan saat ini banyak mendapatkan bantuan dari Balai Taman Nasional Kutai. Diharapkan dengan budidaya madu ini masyarakat dapat mengetahui bahwa apabila kondisi lingkungan budidaya lebah madu yang masih baik dan banyak didapati tumbuhan yang berbunga, maka hasilnyapun dapat cepat didapatkan.
 
Alternative pilihan usaha ini juga akan dicoba pada wilayah pesisir mangrove, khususnya wilayah teluk Lombok, karena wilayah mangrove sepanjang tahun tumbuhan mangrove menghasilkan bunga. Bahan makanan yang melimpah dan melimpah sepanjang tahun diharapkan akan menghasilkan produksi madu yang tidak berhenti.  Tetapi ini masih menjadi ide, budidaya lebah madu memang belum pernah dilakukan diwilayah pesisir, tetapi ini akan menjadi yang pertama dan semoga mimpi untuk mendapatkan gemerincing rupiah dapat terajut dari mimpi. Berbagai pihakpun banyak yang memberikan bantuan, selain balai Taman Nasional Kutai dari PT. Pupuk Kaltim Tbk, lewat PKBL memberikan peluang berupa pelatihan. Dengan banyaknya dukungan kemasyarakat akan menambah tingkat keberhasilan dalam rencana ini.
 
Memang masalah yang dihadapi Taman Nasional Kutai, tidak semudah membalikkan telapak tangan, tetapi marilah kita eratkan tangan bersama untuk menyelamatkan sepotong surga yang masih ada di Kalimantan Timur. Global warming isu yang begitu sangat populer yang akan menyebabkan kehancuran bumi, mari kita selamatkan bumi dari yang terdekat kita.
 
 
Comments
Add NewSearch
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Security Image
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved.

Last Updated ( Wednesday, 11 June 2008 )
 
< Prev

CF Login

Syndicate

Polls